Pound bergerak dalam rentang sempit terhadap dolar pekan ini, setelah kehilangan posisi saat dolar menguat. Nilai tukar sekitar 1,3220, dengan pound menunjukkan daya tahan sedikit lebih baik daripada euro, tetapi secara keseluruhan masih belum keluar dari kondisi bergerak.
Dari sisi fundamental, aktivitas jasa Inggris masih berkembang. PMI jasa September direvisi naik dari 51,7 menjadi 52,1, menunjukkan sektor jasa tumbuh tipis meskipun pesanan baru melambat. Aktivitas konstruksi juga sedikit membaik tetapi masih dalam zona kontraksi.
Karena itu, pound berada di antara dua kekuatan berlawanan: satu sisi tekanan inflasi domestik yang berlanjut, sisi lain tanda pertumbuhan kehilangan momentum. Kombinasi ini membuat Bank of England (BoE) sulit mengambil keputusan, karena tidak bisa melonggarkan terlalu dini agar inflasi tidak melonjak lagi, dan tidak bisa mengetatkan terlalu banyak hingga menekan pertumbuhan yang sudah lemah.
Yang perlu dicermati adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) yang meningkat signifikan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap posisi fiskal dan kelengketan inflasi. Kenaikan imbal hasil secara teori meningkatkan daya tarik selisih suku bunga pound, tetapi juga menaikkan biaya pinjaman pemerintah dan menahan ekspektasi pertumbuhan.
Faktor politik dan fiskal juga tidak bisa diabaikan. Pemerintah Inggris menghadapi tantangan menyeimbangkan antara mendorong pertumbuhan dan mengendalikan utang, dan setiap keretakan kredibilitas fiskal dapat memengaruhi pound melalui jalur premi risiko. Karena itu, fluktuasi pound tidak terbatas pada data ekonomi saja.
Secara teknis, 1,3200 adalah support psikologis penting GBP/USD, dan 1,3150 adalah garis pertahanan yang lebih penting. Resistance di 1,3300 dan 1,3350; hanya dengan merebut kembali 1,3350 gambaran negatif jangka pendek akan berbalik. Bergerak dalam rentang sempit sering menandakan pemilihan arah sudah dekat.
Bagi trader, pantau data inflasi, tenaga kerja, dan penjualan ritel Inggris serta pernyataan pejabat BoE. Selain itu, perbandingan dengan zona euro juga berguna: jika risiko fiskal zona euro meningkat, ini bisa menopang pound secara tidak langsung; sebaliknya, jika kredibilitas fiskal Inggris sendiri terganggu, pound bisa melemah lebih dari euro. Dalam semua kasus, kendali posisi dan stop-loss sangat penting.
Leave a Reply