Dolar Amerika Serikat terus menguat pada hari Selasa, 9 Juni 2026, mendorong pergerakan signifikan di pasar forex global. Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan berkelanjutan, memberikan tekanan pada mata uang utama lainnya terutama euro dan pound sterling.
Pasangan EUR/USD kini diperdagangkan pada 1.1540, level terendah dalam beberapa pekan. Perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve AS (Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi faktor utama yang menekan euro. Fed terus mempertahankan sikap hawkish dengan suku bunga tinggi, sementara ECB diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.
GBP/USD berada pada 1.3350, dengan pound Inggris menghadapi tekanan dari berbagai faktor. Data ekonomi terbaru dari Inggris menunjukkan ekonomi melambat, dengan indeks PMI manufaktur dan jasa lebih rendah dari perkiraan. Inflasi di Inggris masih tinggi, membatasi kemampuan Bank of England (BoE) untuk menurunkan suku bunga.
NZD/USD sedang berjuang untuk bertahan di atas level 0.5800, terpengaruh parah oleh pelemahan ekonomi China yang merupakan mitra dagang terbesar Selandia Baru. Permintaan komoditas yang menurun dari China berdampak negatif pada ekspor Selandia Baru. AUD/USD diperdagangkan pada 0.7050, juga mengalami tekanan serupa.
Di pasar komoditas, harga emas naik tipis 0.39% ke $4,334 per ons. Meskipun dolar AS yang kuat biasanya menekan emas, permintaan sebagai aset safe haven masih mendukung harga logam mulia ini. Investor khawatir tentang prospek ekonomi global dan inflasi yang masih tinggi.
Minyak mentah WTI diperdagangkan dalam kisaran $90.85-$91.07 per barel, turun 7.14% selama sebulan terakhir. Penyebab utama penurunan ini adalah kekhawatiran tentang permintaan yang lemah, terutama dari China dan ekonomi utama lainnya. Produksi minyak AS yang terus meningkat juga memberi tekanan pada harga minyak.
Pasar saham AS, terutama saham semikonduktor, pulih sebagian dalam sesi perdagangan hari ini. Saham Nvidia, AMD dan perusahaan semikonduktor lainnya naik karena pembelian oleh investor yang menganggap harga saham sudah turun terlalu banyak. Indeks Nasdaq juga naik seiring pemulihan ini.
Analis merekomendasikan investor untuk memantau dengan cermat indeks CPI AS yang akan dirilis minggu ini, karena akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga Fed selanjutnya. Pertemuan bank sentral dalam beberapa pekan mendatang juga perlu diperhatikan.
Leave a Reply