Kevin Warsh secara resmi mengambil alih kursi kepemimpinan Federal Reserve pada momen yang sangat krusial, dengan krisis minyak global akibat konflik AS-Iran dan ketidakpastian ekonomi yang melanda pasar keuangan dunia. Pasar menanti pidato perdananya untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS.
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan stabil di sekitar level 99 pada perdagangan Selasa, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan tetap mempertahankan sikap hawkish di bawah kepemimpinan baru. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun tetap tinggi di 4,607%, mendekati level tertinggi dalam setahun.
Warsh, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Fed dari tahun 2006 hingga 2011, dikenal memiliki pandangan yang cenderung konservatif terhadap kebijakan moneter. Pasar memperkirakan bahwa di bawah kepemimpinannya, Fed akan memprioritaskan pengendalian inflasi di atas pertumbuhan ekonomi.
Dolar AS diperkirakan akan tetap kuat dalam jangka pendek, didukung oleh aliran safe haven dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat. Euro terus tertekan di $1.1609, sementara pound sterling turun ke $1.3305.
Yen Jepang tetap lemah di 158,84 per dolar, meningkatkan ekspektasi intervensi oleh Kementerian Keuangan Jepang. Sementara itu, rupee India menciptakan level terendah sepanjang masa mendekati 96 per dolar AS akibat biaya impor minyak yang membengkak.
Rupiah Indonesia juga turut tertekan, diperdagangkan di kisaran 16.400-16.500 per dolar AS. Bank Indonesia terus memonitor pergerakan rupiah dan siap melakukan langkah-langkah stabilisasi jika diperlukan. Tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak impor.
Harga minyak Brent terus melonjak, menembus level $110 per barel, setelah Iran mengumumkan sistem manajemen lalu lintas pelayaran baru di Selat Hormuz yang hanya akan membuka jalur bagi kapal-kapal yang bekerja sama dengan Teheran. Langkah ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global secara signifikan.
Kenaikan harga minyak ini memberikan tekanan inflasi tambahan yang akan mempersulit tugas Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Para analis memperkirakan bahwa Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali.
Harga emas tetap berfluktuasi dalam rentang $4.550 hingga $4.700 per ounce, dengan investor membagi fokus antara safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi. Data ekonomi China bulan April yang di bawah ekspektasi menambah sentimen negatif di pasar Asia.
Minggu ini, pasar akan mencermati risalah pertemuan FOMC terbaru dan data PMI AS. Selain itu, pidato perdana Kevin Warsh sebagai Ketua Fed akan menjadi sorotan utama yang berpotensi menggerakkan pasar secara signifikan. XM akan terus menyediakan analisis dan pembaruan pasar terkini bagi para trader Indonesia.
Disclaimer: Trading forex dan CFD mengandung risiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum berdagang.