Pernah buka platform dan kaget lihat spread EUR/USD yang biasanya kecil tiba-tiba jadi beberapa kali lipat? Tenang, itu bukan error. Ada beberapa alasan kenapa ini bisa terjadi.

Singkatnya, spread adalah selisih antara harga beli (ask) dan harga jual (bid). Semakin banyak pembeli dan penjual di pasar, biasanya spread semakin sempit. Sebaliknya, kalau pasar sepi atau sedang tidak pasti, spread cenderung melebar.
Saat pergantian hari
Banyak broker melakukan rollover harian sekitar pukul 17.00 waktu New York. Kalau dikonversi, itu sekitar pukul 04.00 atau 05.00 WIB, tergantung musim panas atau musim dingin di Amerika. Di sekitar jam ini, likuiditas turun dan spread sering melebar cukup jauh.
Menjelang berita besar
Beberapa menit sebelum dan sesudah rilis data penting, seperti data tenaga kerja AS atau keputusan suku bunga, penyedia likuiditas sering menarik harga. Hasilnya, spread melebar dan harga bisa melompat.
Pasar sepi
Hari libur di negara-negara besar, awal minggu sebelum pasar benar-benar ramai, atau akhir pekan menjelang penutupan—semuanya bisa membuat spread lebih lebar dari biasanya.
Pasangan eksotis
Pasangan mata uang yang jarang diperdagangkan memang punya spread lebih besar sejak awal, dan bisa melebar lebih ekstrem saat kondisi di atas terjadi.
Jadi, apa yang bisa kita lakukan?
Hindari buka posisi baru di sekitar jam pergantian hari. Cek kalender ekonomi sebelum trading. Kalau pakai stop loss yang sangat dekat, ingat bahwa spread yang melebar bisa membuatnya tersentuh walaupun harga 'grafik' belum sampai ke sana.
Sederhana, tapi banyak trader baru baru sadar setelah kena sendiri.
Artikel ini untuk edukasi, bukan saran investasi. Trading forex berisiko tinggi.
Leave a Reply