Konflik Timur Tengah Mereda: Selat Hormuz Beroperasi Normal, Harga Minyak Turun

Written by

in

18 Juni 2026 — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Selat Hormuz kembali beroperasi normal dan kapal tanker minyak Iran berhasil melintasi selat strategis tersebut. Perkembangan ini merupakan hasil dari dukungan Presiden Trump terhadap kerangka gencatan senjata dengan Iran.

Sebagai jalur pelayaran paling vital bagi pasokan minyak global, Selat Hormuz menangani sekitar 20 juta barel minyak per hari atau sekitar 21% dari konsumsi global. Gangguan sebelumnya akibat aksi militer AS telah memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasokan global. Kembalinya operasi normal selat ini memberikan kelegaan bagi pasar minyak.

Kendati demikian, optimisme pasar tetap dibayangi ketidakpastian. Pemerintahan Trump masih memegang opsi militer jika Iran dianggap melanggar ketentuan gencatan senjata. Sifat sementara dari kesepakatan ini membuat investor tetap waspada terhadap kemungkinan eskalasi baru.

Dari sisi fundamental, prospek permintaan minyak global masih lemah. EIA merevisi turun proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 sebesar 300.000 barel per hari. Harga minyak WTI saat ini berada di $75,71 per barel, turun lebih dari 27% dalam sebulan terakhir. Kombinasi faktor geopolitik dan fundamental ini diperkirakan akan terus membuat harga minyak bergejolak dalam waktu dekat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *