18 Juni 2026 — Keputusan The Fed dalam rapat FOMC bulan Juni menjadi sorotan utama pasar keuangan global. Meskipun bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di 3,50%-3,75% sesuai konsensus, perubahan dalam dot plot atau proyeksi suku bunga anggota FOMC memberikan kejutan hawkish yang signifikan.
Proyeksi suku bunga median untuk akhir tahun 2026 direvisi naik dari 3,4% menjadi 3,8%. Ini mengindikasikan bahwa mayoritas anggota FOMC kini melihat perlunya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum tahun berakhir. Dampak langsung terlihat pada penguatan dolar AS yang signifikan di seluruh pasar.
Indeks Dolar AS (DXY) menembus level psikologis 100,40 dan bertahan di level tersebut hingga akhir sesi perdagangan. Penguatan dolar ini mendorong pelemahan di hampir semua mata uang utama dunia, termasuk euro, pound sterling, dan yen Jepang.
EUR/USD tertekan hingga level 1,1500, sementara GBP/USD jatuh ke posisi 1,3270 yang merupakan level terendah dalam dua bulan terakhir. USD/JPY bahkan melesat hingga 160,80, mendekati level tertinggi dalam dua tahun, memicu spekulasi tentang kemungkinan intervensi dari Bank of Japan.
Perubahan penting lainnya adalah penghapusan frasa “penyesuaian lebih lanjut” dari pernyataan kebijakan The Fed. Ini menandakan transisi menuju pendekatan yang lebih “bergantung pada data” (data-dependent), memberi The Fed fleksibilitas lebih besar dalam merespons data ekonomi ke depan.
Leave a Reply